BEGINI CARA MV TERMINATION DAN JOINTING KABEL YANG AMAN
Dalam sistem kelistrikan industri dan distribusi, kabel tegangan menengah (Medium Voltage/MV), biasanya berkisar antara 6 kV hingga 35 kV, adalah jalur kehidupan yang mengalirkan daya. Namun, kekuatan kabel ini hanya sekuat titik terlemahnya. Titik-titik ini adalah area sambungan dan pengakhiran, yang dalam istilah teknis disebut Termination (Pengakhiran) dan Jointing (Penyambungan). Kesalahan sekecil apa pun pada proses ini dapat menyebabkan kegagalan isolasi, flashover, atau bahkan ledakan, yang mengakibatkan downtime operasional yang mahal.
Bagi kita yang berkecimpung di bidang teknik listrik, pemeliharaan, atau instalasi kabel, menguasai kiat MV Termination and Jointing adalah keterampilan kritis yang menjamin integritas dan keandalan jaringan kelistrikan. Proses ini menuntut presisi, pemahaman mendalam tentang prinsip isolasi, dan kepatuhan ketat terhadap Standard Operating Procedure (SOP). Proses ini adalah seni dan ilmu yang harus dilakukan oleh teknisi bersertifikat. Mari kita telaah tiga fokus utama yang harus diperhatikan dalam proses MV termination dan jointing yang aman dan andal.
Tiga Fokus Utama dalam MV Termination dan Jointing yang Aman dan Andal
Keberhasilan dalam menyambung dan mengakhiri kabel MV bergantung pada eliminasi tiga potensi kelemahan: tegangan tinggi, kontaminasi, dan kelembaban. Tiga fokus utama berikut adalah panduan untuk menghindari kegagalan di titik sambungan.
-
Fokus pada Pengendalian Medan Listrik (Electric Field Control): Tegangan menengah menimbulkan medan listrik yang tinggi yang dapat terkonsentrasi di ujung screen kabel. Jika tidak dikelola dengan benar, konsentrasi tegangan ini akan merusak isolasi. Fokus ini meliputi:
-
Manajemen Stress Cone: Menggunakan komponen stress cone atau stress grading material (misalnya, pita atau tabung yang memiliki konstanta dielektrik tinggi) pada titik pengakhiran screen kabel. Tujuan dari pengendalian adalah mendistribusikan medan listrik secara merata di sepanjang permukaan isolasi yang terbuka, mencegah konsentrasi tegangan yang tajam yang dapat memicu partial discharge dan kegagalan isolasi.
-
Teknik Pemotongan Screen yang Benar: Melakukan pemotongan lapisan semikonduktor (semiconducting screen) dengan sangat presisi dan halus, tanpa melukai isolasi utama (XLPE atau EPR). Tepi yang tajam atau goresan pada isolasi dapat menjadi titik awal kegagalan di bawah tegangan tinggi.
-
-
Fokus pada Kebersihan Mutlak dan Perlindungan Lingkungan (Absolute Cleanliness and Environmental Protection): Kontaminasi adalah musuh utama isolasi, terutama di titik sambungan. Kebersihan yang sempurna harus dijaga dari awal hingga akhir proses. Fokus ini meliputi:
-
Protokol Kebersihan Udara: Melakukan proses jointing di lingkungan yang sekering mungkin dan bebas debu. Kelembaban atau partikel kecil (debu, serat) dapat mengganggu sifat dielektrik material isolasi.
-
Penggunaan Alat Pembersih yang Tepat: Menggunakan pelarut isopropil alkohol (IPA) dan tisu bebas serat untuk membersihkan setiap lapisan isolasi yang terbuka sebelum material sambungan diterapkan. Kemudian, untuk mencegah kontaminasi pastikan tidak ada sentuhan tangan langsung ke isolasi atau interface sambungan. Sebab, keringat dan minyak dari tangan dapat merusak isolasi. Oleh karena itu, semua peralatan dan kit sambungan harus dijaga dalam kondisi tersegel hingga saat digunakan.
-
Penutupan yang Kedap Air (Moisture Sealing): Memastikan bahwa termination atau joint yang telah selesai tertutup rapat dan kedap air menggunakan material sealing yang direkomendasikan pabrikan (misalnya, tabung heat shrink atau cold shrink yang diaplikasikan dengan benar).
-
-
Fokus pada Prosedur Pemasangan yang Kaku (Rigid Installation Procedure): Setiap kit termination atau jointing (dari merek seperti 3M, Raychem, atau NKT) memiliki panduan pemasangan yang sangat spesifik yang harus dipatuhi. Penyimpangan sekecil apa pun dapat mengorbankan masa pakai sambungan. Fokus ini meliputi:
-
Kepatuhan Dimensi: Mengukur jarak kupasan (stripping length) dan dimensi tumpang tindih (overlap) setiap lapisan (isolasi, screen, jacket) sesuai dengan spesifikasi yang diberikan pabrikan kit. Dimensi ini bukan bersifat saran, melainkan wajib.
-
Urutan Pemasangan Kit: Mengikuti urutan langkah-langkah dalam instruksi kit secara berurutan. Misalnya, jika kit menggunakan sistem cold shrink, pastikan tabung ditarik dan ditempatkan pada posisi yang benar sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Selanjutnya, diperlukan verifikasi menggunakan crimping tool dan lug yang benar (sesuai material konduktor) untuk memastikan bahwa crimping dilakukan dengan tekanan yang cukup demi menjamin kontak listrik yang sangat rendah resistansinya.
-
MV Termination: Investasi pada Keandalan Sistem
Proses MV termination dan jointing adalah tahapan yang menuntut nol toleransi terhadap kesalahan. Dengan mengintegrasikan kontrol medan listrik, kebersihan mutlak, dan kepatuhan prosedur yang kaku, kita dapat memastikan bahwa sambungan kabel MV berfungsi optimal sepanjang masa pakainya dan menjaga keandalan sistem kelistrikan industri kita.
Kembangkan Kompetensi Teknisi Listrik Anda!
Menguasai teknik pemotongan screen dan stripping insulation yang halus dan presisi, memahami cara efektif memilih kit termination yang sesuai dengan jenis kabel (misalnya, single core vs three core), serta mengembangkan skill troubleshooting insiden yang melibatkan partial discharge pada sambungan kabel membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi pemasangan cold shrink dan heat shrink yang benar, menguasai skill pengujian tegangan (hi-pot testing) pada kabel MV, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan instalasi dan pemeliharaan kabel tegangan menengah, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.
Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan keterampilan soal MV cable termination, jointing, dan pemeliharaan sistem distribusi listrik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, silakan hubungi 085166437761 (SAKA) atau 082133272164 (ISTI).

