OPTIMALISASI DATA SURVEY LAPANGAN

Jogja Training

Informasi Training

DASAR-DASAR DAN JENIS UTAMA KARGO

DASAR-DASAR DAN JENIS UTAMA KARGO

DASAR-DASAR DAN JENIS UTAMA KARGO

Dalam ekonomi global yang terintegrasi, pergerakan barang dari satu titik ke titik lain adalah tulang punggung perdagangan. Barang-barang ini, yang dibawa melalui darat, laut, atau udara, secara kolektif disebut Kargo. Kargo mencakup segala sesuatu mulai dari bahan baku mentah, komponen mesin, hingga produk jadi yang kita gunakan sehari-hari. Tanpa sistem kargo yang efisien dan andal, rantai pasok global akan terhenti, dan kebutuhan konsumen tidak akan terpenuhi.

Bagi kita, baik sebagai pelaku usaha ekspor-impor, profesional logistik, mahasiswa, atau siapa pun yang tertarik pada dunia rantai pasok, memahami dasar-dasar Kargo adalah kunci untuk mengidentifikasi metode pengiriman yang paling efisien, meminimalkan risiko kerusakan barang, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi bea cukai dan keselamatan internasional. Kargo yang ditangani dengan benar menjamin kelancaran transaksi perdagangan. Mari kita telaah tiga klasifikasi utama kargo berdasarkan sifat dan cara penanganannya.

Tiga Klasifikasi Utama Kargo Berdasarkan Sifat dan Penanganan

Mengingat keragaman barang yang diperdagangkan, penanganan kargo harus disesuaikan dengan karakteristik spesifik barang itu sendiri. Tiga klasifikasi berikut adalah pembagian paling fundamental dalam industri logistik.

  1. Kargo Umum (General Cargo): Kargo umum merujuk pada barang-barang yang relatif stabil, tidak memerlukan penanganan khusus seperti kontrol suhu atau lingkungan, dan biasanya dikemas dalam satuan terpisah. Kategori ini meliputi:

    • Barang Kemasan (Packaged Goods): Barang yang dikemas dalam kotak, karung, atau peti kayu. Contohnya adalah pakaian, suku cadang, dan peralatan elektronik kecil.

    • Kargo Break Bulk: Barang yang diangkut dalam satuan tunggal atau terpisah (tidak dimasukkan dalam peti kemas standar) dan dimuat satu per satu ke dalam kapal atau pesawat, meskipun praktik ini sudah mulai berkurang seiring dominasi peti kemas.

    • Penggunaan Peti Kemas (Containerization): Saat ini, sebagian besar general cargo diangkut menggunakan peti kemas standar (seperti kontainer 20 kaki atau 40 kaki) yang memfasilitasi pemindahan antar moda transportasi (laut ke darat) secara efisien dan aman.

  2. Kargo Curah (Bulk Cargo): Kargo curah adalah barang yang diangkut dalam jumlah besar, tidak dikemas, dan biasanya diangkut langsung dalam volume besar di ruang kargo (hold) kapal atau truk. Kategori ini meliputi:

    • Curah Kering (Dry Bulk): Meliputi material padat seperti biji-bijian (gandum, jagung), mineral (batu bara, bijih besi, nikel), dan pupuk. Material ini dimuat dan dibongkar menggunakan conveyor atau grab.

    • Curah Cair (Liquid Bulk): Meliputi cairan seperti minyak mentah, produk olahan minyak (bensin, solar), gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG), dan bahan kimia cair. Material ini diangkut menggunakan kapal tanker atau pipeline. :

    • Perhitungan Berat: Berat kargo curah sangat krusial. Dalam kasus curah cair, perhitungan harus mempertimbangkan suhu dan densitas cairan, sementara curah kering harus mempertimbangkan kandungan kelembapan.

  3. Kargo Khusus (Special Cargo): Kargo khusus adalah barang yang memiliki karakteristik unik, menuntut perlakuan, pengemasan, dan persyaratan transportasi yang spesifik dan ketat demi menjaga kualitas atau keselamatan. Kategori ini meliputi:

    • Dangerous Goods (DG): Barang berbahaya yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, keselamatan, properti, atau lingkungan (misalnya, bahan peledak, cairan mudah terbakar, zat radioaktif). Pengangkutan DG diatur ketat oleh regulasi IMO, IATA, atau ADR.

    • Kargo Berpendingin (Reefer Cargo): Barang yang memerlukan kontrol suhu konstan, seperti produk makanan segar, produk farmasi, dan bunga. Kargo ini diangkut menggunakan peti kemas berpendingin khusus.

    • Kargo Ukuran Besar (Oversized/Project Cargo): Barang yang dimensinya melebihi batas peti kemas standar (misalnya, turbin generator, baling-baling kapal). Barang ini memerlukan perencanaan logistik yang sangat detail dan sering diangkut menggunakan kapal khusus (heavy lift vessel).

Manajemen Kargo: Lebih dari Sekadar Transportasi

Manajemen kargo yang efektif melibatkan pemahaman mendalam tentang setiap jenis barang, regulasi internasional yang berlaku (seperti Incoterms untuk tanggung jawab penjual dan pembeli), dan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat untuk pemuatan dan pembongkaran. Kargo adalah aset, dan penanganannya adalah cerminan profesionalisme logistik.

Kembangkan Kompetensi Logistik dan Kargo Anda

Menguasai teknik penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pengemasan kargo untuk transit laut, memahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) penanganan Dangerous Goods (DG) di gudang, serta mengembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah mengatasi selisih berat kargo curah saat pembongkaran dan mengelola risiko kerusakan barang dalam kontainer (penataan stuffing) membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi pemilihan moda transportasi yang optimal, menguasai skill analisis kepatuhan bea cukai, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan freight forwarding dan manajemen rantai pasok, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.

Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemahaman soal basic cargo, logistik rantai pasok, dan regulasi ekspor-impor yang relevan dengan kebutuhan karir saat ini, silakan hubungi 085166437761 (SAKA) atau 082133272164 (ISTI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *