INI PROSEDUR WAJIB WORKING ALOFT DAN WORKING OVER SIDE

Dalam industri berat seperti konstruksi, pertambangan, dan terutama maritim (perkapalan), sejumlah besar pekerjaan pemeliharaan, inspeksi, dan konstruksi harus dilakukan di tempat-tempat yang sangat berisiko: yaitu working aloft dan Working Over Side. Kedua aktivitas ini secara inheren mengandung risiko utama yang sama, yaitu jatuh dari ketinggian, yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dan cedera serius di tempat kerja.
Working Aloft umumnya merujuk pada pekerjaan yang dilakukan di struktur tinggi (seperti tiang kapal, crane, menara, atau scaffolding tinggi), sedangkan Working Over Side merujuk pada pekerjaan yang dilakukan di luar batas tepi (misalnya, melukis lambung kapal, membersihkan sisi bangunan, atau pekerjaan di tepi jembatan tanpa guardrail yang memadai). Karena potensi bahaya yang ekstrem, kedua aktivitas ini harus diatur oleh izin kerja khusus (Permit to Work) dan mengikuti prosedur keselamatan yang sangat ketat.
Bagi kita, baik sebagai Safety Officer, Supervisor Lapangan, Rigger, atau pekerja yang terlibat dalam tugas-tugas ini, menguasai prosedur pencegahan jatuh (fall prevention) dan fall arrest adalah prasyarat mutlak untuk memastikan setiap pekerjaan selesai dengan aman, mematuhi regulasi K3 yang berlaku, dan yang paling penting, menjamin kita kembali ke rumah tanpa cedera. Mari kita telaah tiga elemen kunci dalam manajemen risiko untuk pekerjaan berisiko tinggi ini.
Tiga Elemen Kunci dalam Manajemen Risiko Working Aloft dan Over Side
Manajemen risiko untuk pekerjaan di ketinggian harus selalu berorientasi pada pencegahan jatuh. Tiga elemen berikut adalah pilar yang memastikan risiko jatuh dapat dikontrol secara efektif.
-
Pencegahan Jatuh (Fall Prevention): Eliminasi dan Kontrol Teknik (Elimination and Engineering Control): Prioritas utama dalam K3 adalah mencegah terjadinya jatuh sama sekali, sebelum kita memikirkan bagaimana cara menghentikan kejatuhan. Elemen ini meliputi:
-
Penyediaan Guardrail dan Toe Board: Setiap platform atau scaffolding harus dilengkapi dengan pagar pengaman (guardrail) yang kokoh, mid-rail, dan toe board (penahan kaki) untuk mencegah pekerja jatuh dan mencegah material jatuh. Ini adalah bentuk kontrol teknik yang paling efektif.
-
Akses yang Aman dan Stabil: Memastikan tangga, scaffolding, atau cherry picker (Mobile Elevated Work Platform/MEWP) yang digunakan berada dalam kondisi yang baik, diperiksa secara rutin, dan dipasang sesuai standar manufaktur dan K3.
-
Barricade dan Warning Sign: Untuk pekerjaan Working Over Side, area di bawah pekerjaan harus dibatasi (barricaded) dan diberi tanda peringatan untuk melindungi pekerja di bawah dari potensi jatuhnya benda (dropped objects).
-
-
Penahanan Jatuh (Fall Arrest System): Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Khusus (Use of Specialized PPE): Jika pencegahan jatuh tidak dapat diterapkan atau tidak memadai, sistem penahanan jatuh menjadi wajib. Sistem ini bertugas menangkap pekerja jika jatuh terjadi. Elemen ini meliputi:
-
Sistem Personal Fall Arrest System (PFAS): PFAS terdiri dari tiga komponen utama: Full Body Harness (yang harus terpasang dengan benar dan pas), Lanyard (penghubung) dengan shock absorber, dan Anchorage Point (titik tambatan). Titik tambatan harus mampu menahan beban minimal 5.000 pounds (sekitar 2.268 kg) per pekerja.
-
Pemahaman Free Fall Distance dan Clearance: Pekerja harus tahu cara menghitung jarak jatuh bebas (free fall distance) dan total fall clearance. Ini penting untuk memastikan bahwa pekerja tidak akan menghantam permukaan di bawah sebelum fall arrest system menghentikan kejatuhan mereka.
-
Pemeriksaan APD Pra-Penggunaan (Pre-Use Inspection): Setiap harness dan lanyard harus diperiksa oleh pengguna sebelum setiap penggunaan. Cacat kecil seperti sobekan atau kerusakan jahitan dapat menyebabkan kegagalan fatal.
-
-
Prosedur Izin Kerja dan Tanggap Darurat (Permit-to-Work and Emergency Response Procedures): Mendisiplinkan Pelaksanaan (Disciplining Execution): Pekerjaan di ketinggian atau di tepi harus diatur oleh sistem izin kerja yang ketat untuk mengontrol risiko, dan harus selalu disertai rencana penyelamatan. Elemen ini meliputi:
-
Sistem Izin Kerja (Permit-to-Work/PTW): Permit harus disiapkan, ditinjau (oleh Safety Officer dan Supervisor), dan disahkan. Permit ini harus mencantumkan lokasi spesifik, APD wajib, dan bahaya yang telah diidentifikasi (Hazard Identification and Risk Assessment/HIRA).
-
Perencanaan Penyelamatan (Rescue Planning): Wajib adanya Rescue Plan yang spesifik untuk lokasi kerja tersebut. Jika seorang pekerja jatuh dan tertahan (suspended), mereka harus diselamatkan dalam waktu singkat (maksimum 15-20 menit) untuk menghindari Suspension Trauma (cedera serius akibat darah terperangkap di kaki).
-
Kompetensi dan Pelatihan: Semua pekerja aloft dan over side harus tersertifikasi dan kompeten. Mereka tidak hanya harus tahu cara menggunakan APD, tetapi juga bagaimana merespons keadaan darurat dan menggunakan peralatan penyelamat yang sesuai.
-
Keselamatan Ketinggian: Kewajiban Kolektif Kita
Baik Working Aloft maupun Working Over Side menuntut kepatuhan tanpa kompromi. Kita harus memperlakukan ketinggian sebagai bahaya serius dan memastikan setiap langkah, mulai dari perencanaan hingga pengujian peralatan, dilakukan dengan cermat untuk melindungi nyawa.
Kembangkan Kompetensi K3 Ketinggian dan Manajemen Risiko Anda
Menguasai teknik penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Full Body Harness Inspection, memahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) Fall Arrest Rescue Plan untuk skenario kapal atau bangunan, serta mengembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah menganalisis near miss akibat titik tambatan (anchorage) yang salah dan mengelola risiko jatuhnya peralatan kerja dari ketinggian membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif.
Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi scaffolding inspection yang aman, menguasai skill perhitungan Total Fall Clearance untuk lokasi kerja spesifik, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan K3, risk management, dan kepatuhan prosedur kerja ketinggian, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.
Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang keselamatan kerja ketinggian (Working Aloft), fall protection system, dan permit to work yang relevan dengan kebutuhan karir saat ini, silakan hubungi 085166437761 (SAKA) atau 082133272164 (ISTI).

